Senin, 23 April 2012

Taman Nasional Way Kambas



Taman Nasional Way Kambas adalah taman nasional perlindungan gajah yang terletak di daerah Lampung tepatnya di kecamatan labuhan ratu lampung timur, Indonesia. Merupakan salah satu cagar alam tertua di Indonesia yang menempati  lahan seluas 1.300 km² berupa  dataran rendah di sekitar Sungai Way Kambas di pantai timur Lampung. Taman Nasional Way Kambas berdiri pada tahun 1985 merupakan sekolah gajah pertama di Indonesia. dengan nama awal Pusat Latihan Gajah (PLG) namun semenjak beberapa tahun terakhir ini namanya berubah menjadi Pusat Konservasi Gajah (PKG) yang diharapkan mampu menjadi pusat konservasi gajah dalam penjinakan, pelatihan, perkembangbiakan dan konservasi. Di lebatnya taman nasional ini, ada sekitar 200 gajah sumatera (Elephas maximus sumatranensis) menjadikan hutan ini sebagai rumah mereka. Gajah Sumatera adalah salah satu dari tiga subspesies yang diakui sebagai gajah asia dan asli Pulau Sumatera. Secara umum, gajah asia lebih kecil dibandingkan dengan gajah afrika. Gajah sumatera merupakan gajah terkecil dari gajah-gajah yang ada di  Asia dengan ketinggian bahu berkisar antara 2 dan 3,2 m. Gajah liar di Sumatera dahulu dapat ditemukan di 8 propinsi di Pulau Sumatera. Namun, karena kepadatan pemukiman dan menyusutnya vegetasi hutan hujan tropis telah menyulitkan untuk memperkirakan jumlah mereka.
Di Way Kambas juga tedapat International Rhino Foundation yang bertugas menjaga spesies badak agar tidak terancam punah.Selain di Way Kambas, sekolah gajah (Pusat Latihan Gajah) juga bisa ditemui di Minas, Riau. Gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) yang hidup di kawasan ini semakin berkurang jumlahnya. Tahun 1978 Taman Nasional Way Kambas diusulkan menjadi  taman nasional dengan surat keputusan sementara tahun 1989 dan surat keputusan akhir tahun 1997. Sementara Pusat Pelatihan Gajah Way Kambas resmi didirikan tahun 1985. Lokasinya terletak 9 km dari pintu masuk taman Plang Ijo. Pusat pelatihan gajah ini didirikan untuk  melindungi keberadaan gajah dan menciptakan keuntungan antara gajah dan manusia. dapat dijadikan sebagai gajah tunggang, atraksi, angkutan kayu dan bajak sawah. Pada pusat latihan gajah tersebut, dapat disaksikan pelatih mendidik dan melatih gajah liar, menyaksikan atraksi gajah main bola, menari, berjabat tangan, hormat, mengalungkan bunga, tarik tambang, berenang dan masih banyak atraksi lainnya. Gajah di Sumatera dulunya digunakan oleh kerajaan yang memerintah di Sumatera untuk kendaraan berperang dan keperluan upacara.

Di Pusat Pelatihan Gajah Way Kambas, Anda dapat melihat gajah melakukan berbagai tugas seperti mengangkut kayu  atau membajak sawah. Mereka juga dapat melakukan aktivitas unik seperti bermain sepak bola dan pertunjukan menghibur lainnya.



Flora dan Fauna 
Di dalam taman ini juga terdapat Sumatra Rhino Sanctuary (SRS), dimana badak-badak dikenalkan dengan alam sekitarnya dengan harapan penangkaran yang dilakukan berjalan sukses. Pusat penangkaran didirikan tahun 1995, meliputi lahan seluas 100 hektar yang dijadikan tempat  pelestarian, penelitian dan pendidikan. Di tempat penangkaran ini terdapat lima badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis sumatrensis) yang masing-masing diberi nama Rosa, Ratu, Bina, Torgamba, dan Andalas  yang bertindak sebagai duta untuk badak-badak liar lainya. Mereka juga dijadikan sebagai spesimen untuk pendidikan dan pelestarian badak Sumatra.

Mamalia lainnya yang hidup di taman nasional ini antara lain: badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis sumatrensis), gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae), tapir (Tapirus indicus), anjing hutan (Cuon alpinus sumatrensis), siamang (Hylobates syndactylus syndactylus); 406 jenis burung diantaranya bebek hutan (Cairina scutulata), bangau sandang lawe (Ciconia episcopus stormi), bangau tong-tong (Leptoptilos javanicus), sempidan biru (Lophura ignita), kuau (Argusianus argus argus), pecuk ular (Anhinga melanogaster). berbagai jenis reptilia, amfibia, ikan, dan insekta.




Taman Nasional Way Kambas juga perwakilan ekosistem hutan dataran rendah yang terdiri dari hutan rawa air tawar, padang alang-alang/semak belukar, dan hutan pantai di Sumatera. Kawasan ini terdiri dari hutan rawa air tawar, padang alang-alang/semak belukar dan hutan payau/pantai dengan jenis floranya yaitu: Api-api (Avicenia marina), Pidada (Sonneratia sp.), Nipah (Nypa fructicans), gelam (Melaleuca leucadendron), Salam (Eugenia polyantha), Rawang (Glocchidion boornensis), Ketapang (Terminalia cattapa), Cemara Laut (Casuarina equisetifolia), Pandan (Pandanus sp.), Puspa (Schima walichii), Meranti (Shorea sp.), Minyak (Diptorecapus gracilis), Merbau (Instsia sp.), Pulai (Alstonia angustiloba), Bayur (Pterospermum javanicum), Keruing (Dipterocarpus sp.), Laban (Vitex pubescens) dan lain-lain.

bunga puspa

tanaman pidada


Lokasi/obyek yang menarik:
Musim kunjungan terbaik pada bulan Juli sampai dengan bulan September. Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi antara lain:
Pusat Latihan Gajah (PLG) Karangsari
Gajah-gajah liar yang dilatih di Pusat Latihan Gajah (PLG) terletak 9 Km dari pintu gerbang Plang Ijo didirikan pada tahun 1985 dan telah menghasilkan sekitar 290 ekor gajah yang terlatih. Gajah-gajah dapat dijadikan sebagai gajah tunggang, atraksi, angkutan kayu dan bajak sawah. Pada Pusat Latihan Gajah tersebut dapat disaksikan Pelatih dan mendidik dan melatih gajah liar, menyaksikan atraksi gajah yang sangat luar biasa (main bola, menari, berjabat tangan, hormat, mengalungkan bunga, tarik tambang, berenang dan masih banyak atraksi lainnya). 

Way Kambas, untuk kegiatan berkemah.
Way Kanan, untuk kegiatan Penelitian dan penangkaran Badak Sumatera dengan fasilitas laboratorium alam dan wisma peneliti.
Rawa Kali Biru, Rawa Gajah, dan Kuala Kambas, untuk kegiatan menyelusuri sungai Way Kanan, pengamatan satwa (bebek hutan, kuntul, rusa, burung migran), pdang rumput dan hutan mangrove.

Cara Pencapaian Lokasi
Bandarlampung - Metro - Way Jepara (112 Km), menggunakan mobil + 2 jam.
Branti - Metro - Way Jepara (100 Km),menggunakan mobil + 1.30 jam.
Bakauheni - Panjang - Sribawono - Way Jepara (170 Km), menggunakan mobil + 3 jam.
Bakauheni - Labuan Meringgai - Way Kambas, menggunakan mobil + 2jam.
Way Jepara - Pusat Latihan Gajah, menggunakan mobil + 20 menit.
Jakarta - Labuan Meringgai (kapal motor) dilanjutkan dengan kendaraan darat ke Way Jepara + 45 menit.
Informasi lainnya
Alamat Kantor:
Jl. Raya Way Jepara, Labuan ratu Lama, Lampung, Telp. (0725) 44220.

Selasa, 17 April 2012

Pembinaan dan Pengembangan Daerah Wisata

KOMENTAR ECOTOURISM

1. Bagaimanakah cara mengembangkan daerah wisata saat ini dengan keadaan indonesia yang sekarang ini selalu mengalami bencana alam seperti banjir dan longsor di beberapa daerah?

Answer: didaerah daerah diindonesia memang masih banyak terdapat daerah wisata yang masih kurang terawat dan dijaga kelestariannya,kebersihannya maupun pengembangannya dan cara mengembangkan daerah wisata tersebut adalah kita sebagai warga negara indonesia kita dapat membuat atau membuka daerah-daerah wisata yang unik yang dapat menarik perhatian dari pengunjung/wisatawan selain itu kita juga dapat memberikan informasi tentang objek wisata tersebut kepada pengunjung/wisatawan. pengembangan wisata juga memberikan dampak pemerataan pembangunan hingga tingkat pariwisata yang diinginkan dan mengangkat tingkat perekonomian masyarakat. pengembangan wisata diindonesia juga bertujuan untuk melibatkan masyarakat dalam pengembangan kepariwisataan sehingga masyarakat dengan kebudayaanya tidak hanya menjadi objek pariwisata melainkan dengan pembangunan wisata masyarakat yang harus sadar dan mau memperbaiki dirinya mempergunakan kepariwisataan sebagai alat untuk hidup baik itu untuk peningkatan kesejahteraan, maupun pelestarian nilai-nilai,budaya dan adat.kita juga mengetahui bahwa saat ini indonesia sering dilanda bencana alam oleh karena itu kita juga harus menjaga kelestarian alam indonesia tidak boleh menebang pohon-pohon yang ada dan sebaiknya kita menanam pohon-pohon untuk penghijauan(reboisasi) serta berguna untuk anak cucu kita nanti. Yang penting cara mengembangkan pariwisata diindonesia adalah dengan cara banyak-banyak mengucapkan kata kata wisata, seolah-olah itu sudah siap menjadi wisata diindonesia. menyampaikan tantangan yang paling besar dalam pengembangan wisata adalah prilaku masyarakat dalam pengimplementasian Sapta Pesona pariwisata salah satu contohnya adalah dalam hal kebersihandan kerawatannya.

2.Apa tujuan dari perluasan daerah tujuan wisata?

Answer: Tujuan dari perluasaan daerah wisata adalah untuk lebih mudah mengembangkan tujuan wisata yang ada didaerah tersebut Selain itu juga untuk mendorong peningkatan industri pariwisata yang ada di daerah tersebut.dan perluasan daerah wisata juga bertujuan untuk lebih mudah mempromosikan daerah wisata tersebut kepada wisatawan domestik maupun kepada wisatawan mancanegara. Selain itu pemerintah juga harus mendukung dari sisi peningkatan infrastruktur penunjang pariwisata dengan memberi perhatian khusus dan dana untuk perluasan daerah tujuan wisata tersebut. 

3.Taman Nasional Gunung Salak adalah salah satu suaka di Indonesia, sama seperti Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango Cibodas Jawa Barat, tetapi kebanyakan orang lebih memilih Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango Cibodas. 

Answer: Kenapa kebanyakan orang memilih untuk berwisata ke gunung gede dari pada gunung salak karena selain gunung Gede jika dipandang sangatlah indah daripada gunung salak dan juga memiliki kawasan yang salah satunya yang paling kaya jenis flora di Indonesia bahkan juga di kawasan malaysia.selain itu juga akses untuk menuju gunung gede sangatlah mudah untuk dilalui dan gunung gede juga sangat sesuai untuk rekreasi keluarga.digunung gede juga terdapat pusat pendidikan konservasi alam bodogol dengan jembatan kanopi sepanjang 400m memiliki daya tarik bagi pengunjung dan masyarakat umum yang ingin berekreasi dengan merasakan keindahan hutan tropis.di gunung gede ini juga mempunyai tempat untuk kemping yang cocok bagi keluarga,anak sekolah dan kelompok-kelompok pecinta alam. Gunung gede juga mempunyai keadaan alam yang khas dan unik, hal ini menjadikan Gunung Gede sebagai salah satu laboratorium alam yang menarik minat para peneliti sejak lama. Gunung Gede juga terkenal kaya akan berbagai jenis burung yaitu sebanyak 251 jenis dari 450 jenis yang terdapat di Pulau Jawa. Beberapa jenis di antaranya merupakan burung langka yaitu elang jawa (Spizaetus bartelsi) dan celepuk jawa (Otus angelinae).selain itu juga gunung gede mempunyai beberapa objek wisata yang menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan.

4.Apakah Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango Cibodas mempunyai kelebihan  dariTaman Nasional Gunung Salak.

Answer: iya memang gunung Gede mempunyai kelebihan dari pada gunung salak yaitu gunung gede adalah satu-satunya gunung yang paling sering di daki di Indonesia, kurang lebih 50.000 pendaki per tahun, meskipun peraturan dibuat seketat mungkin. Untuk mengurangi kerusakan alam maka dibuatlah beberapa jalur pendakian, namun jalur yang populer adalah melalui pintu Cibodas.akses untuk menuju kesana juga sangat mudah bisa dengan menggunakan sepeda/motor atau jenis kendaraan lainnya. Gunung Gede juga terkenal kaya akan berbagai jenis burung yaitu sebanyak 251 jenis dari 450 jenis yang terdapat di Pulau Jawa. Beberapa jenis di antaranya merupakan burung langka yaitu elang jawa (Spizaetus bartelsi) dan celepuk jawa (Otus angelinae).selain itu juga gunung gede mempunyai beberapa objek wisata yang menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan.

5.Bagaimana cara mengembangkan daerah Taman Nasional Gunung Salak pada saat kondisi seperti ini yg dimana sering terjadi bencana alam 

Answer: ya memang akhir-akhir ini sering kita dengar bahwa diindonesia itu sering terjadi banjir,longsor maupun bencana alam lainnya oleh karena  itu kita harus selalu menjaga dan melestarikan hutan diindonesia tercinta ini dan juga merawatnya dengan sepenuh hati dan juga ikhlas.Dan cara mengembangkan taman nasional gunung salak adalah dengan mempromosikan taman nasional gunung salak tersebut kepada pengunjung/wisatawan baik itu WISNU maupun WISMAN,mempromosikannya bisa melalui brosure,radio,televisi,majalah,koran maupun melalui jaringan internet.dan setelah dipromosikan otomatis para pengunjung mengetahuinya dan mereka ingin kesana untuk berekreasi maupun hanya sekedar melihat secara langsung bagaimana bentuk taman nasional gunung salak tersebut.dan pemerintah juga dapat ikut berpartisipasi dalam mengelola maupun mengembangkan pariwisata khususnya taman nasional gunung salak ini dan pemerintah juga harus mengikut sertakan dalam memperluaskan objek wisata taman nasional gunung salak ini.

6.Bagaimana peran masyarakat dan pemda setempat dalam mengembangkan daerah Taman Nasional Gunung Salak untuk kedepannya?

Answer:peran masyarakat setempat untuk kedepanya adalah masyarakat dan pemda setempat harus bisa bekerja sama dalam membangun dan juga menjaga taman nasional gunung salak dan mereka juga harus bisa mengajak masyarakat dan juga para pengunjung untuk dapat menjaga keanekaragaman satwa-satwa maupun tumbuhan yang ada didalam taman nasional gunung salak itu,masyarakat ataupun pemda setempat juga harus bisa menampilkan karakter yang unik dan juga beda dari taman wisata lainnya.masyarakat disekitar gunung salak juga harus bisa mempromosikan dan juga memberikan informasi tentang gunung salak tersebut kepada pengunjung/wisatawan yang berkunjung dengan ciri khasnya masing-masing,dan juga mereka bisa memperkenalkan satwa-satwa yang ada didalam gunung salak tersebut.selain menyampaikan informasi secara langsung kepada pengunjung pemda setempat juga dapat mempromosikannya lewat media-media yang lain seperti:majalah,koran,brosur,radio,televisi,maupun internet.

Minggu, 08 April 2012

Taman Suaka Margasatwa Muara Angke


 Taman suakamargasatwa Muara Angke adalah sebuah kawasan konservasi di wilayah hutan bakau (mangrove) di pesisir utara Jakarta.Kawasan yang berdampingan dengan Perumahan Pantai Indah Kapuk ini, hanya dibatasi Kali Angke dengan permukiman nelayan Muara Angke. Pada sisi utara KKMA terdapat hutan lindung Angke Kapuk yang berada di dalam wewenang Dinas Kehutanan DKI Jakarta. Menurut Alwi Shahab salah seorang penulis dan budayawan Betawi. Menurutnya, kata "angke" berasal dari bahasa Hokkian, yakni "ang" yang berarti merah dan "ke" yang berarti sungai atau kali. Hal ini terkait dengan kejadian tahun 1740, saat Belanda membantai 10.000 orang Tionghoa di Glodok, yang membuat warna air Kali Angke yang semula jernih menjadi merah bercampur darah.
Semula SMMA ditetapkan sebagai cagar alam oleh pemerintah Pada jaman dahulu pada tanggal 17 Juni 1939, dengan luas awal 15,04 ha. Kemudian kawasan ini diperluas sehingga pada sekitar tahun 1960-an tercatat memiliki luas 1.344,62 ha. Dengan meningkatnya tekanan dan kerusakan lingkungan baik di dalam maupun di sekitar kawasan Muara Angke, sebagian wilayah cagar alam ini kemudian menjadi rusak. Sehingga, setelah 60 tahun menyandang status sebagai cagar alam, pada tahun 1998 Pemerintah mengubah status kawasan ini menjadi suaka margasatwa untuk merehabilitasinya. Sebagian besar telah berubah menjadi rawa terbuka yang ditumbuhi rumput-rumputan, gelagah (Saccharum spontaneum) dan eceng gondok (Eichchornia crassipes). Di kawasan Konservasi muara angke ini juga terdapat jembatan kayu sepanjang 843 meter yangTercatat sekitar 30 jenis tumbuhan dan 11 di antaranya adalah jenis pohon, yang hidup di SMMA. Pohon-pohon mangrove itu di antaranya adalah jenis-jenis bakau (Rhizophora mucronataR. apiculata), api-api (Avicennia spp.), pidada (Sonneratia caseolaris), dan kayu buta-buta (Excoecaria agallocha). Beberapa jenis tumbuhan asosiasi bakau juga dapat ditemukan di kawasan ini seperti ketapang (Terminalia catappa) dan nipah (Nypa fruticans).Selain jenis-jenis di atas, terdapat pula beberapa jenis pohon yang ditanam untuk reboisasi. Misalnya asam Jawa (Tamarindus indica), bintaro (Cerbera manghas), kormis (Acacia auriculiformis), nyamplung (Calophyllum inophyllum), tanjang (Bruguiera gymnorrhiza), dan waru laut (Hibiscus tiliaceus).
Keanekaragaman Satwa
MONYET

MONYET
SMMA merupakan tempat tinggal aneka jenis burung dan berbagai satwa lain yang telah sulit ditemukan di wilayah Jakarta. Jakarta Green Monster mencatat seluruhnya ada 91 jenis burung, yakni 28 jenis burung air dan 63 jenis burung hutan, yang hidup di wilayah ini. Sekitar 17 jenis di antaranya adalah jenis burung yang dilindungi.
REMETUK LAUT

BANGAU

BANGAU BLUWOK

Jenis burung yang sering dijumpai antara lain adalah pecuk-padi kecil (Phalacrocorax niger), cangak (Ardeola spp.), kuntul (Egretta spp.), kareo padi (Amaurornis phoenicurus), mandar batu (Gallinula chloropus), betet biasa (Psittacula alexandri),merbah cerukcuk (Pycnonotos goiavier), kipasan belang (Rhipidura javanica), remetuk laut (Gerygone sulphurea) dan lain-lain. Beberapa di antaranya merupakan burung khas hutan bakau seperti halnya sikatan bakau (Cyornis rufigastra). Selain itu, SMMA juga menjadi rumah bagi perenjak Jawa (Prinia familiaris). SMMA juga dihuni oleh beberapa jenis burung endemik, yang hanya ada di Pulau Jawa. Misalnya cerek Jawa (Charadrius javanicus) dan bubut Jawa (Centropus nigrorufus). Bubut Jawa diketahui sebagai salah satu spesies terancam punah di dunia, dengan penyebaran terbatas di beberapa tempat saja termasuk di SMMA. Burung terancam punah lainnya yang menghuni kawasan ini ialah bangau bluwok (Mycteria cinerea). 
PIDADA

Di Pulau Jawa bangau jenis ini diketahui hanya berbiak di Pulau Rambut yang terletak tidak jauh dari Muara Angke.Selain itu juga di SMMA juga masih dijumpai kelompok-kelompok liar monyet kra atau juga biasa disebut monyet ekor panjang (Macaca fascicularis). Mereka hidup berkelompok hingga belasan ekor yang terdiri dari beberapa jantan dan betina. Makanan utamanya ialah dedaunan muda dan buah-buahan hutan bakau seperti buah pidada (Sonneratia caseolaris). Monyet ekor panjang memiliki peranan yang penting di dalam Suaka Margasatwa Muara Angke, karena membantu penyebaran biji-bijian tumbuhan hutan. Biji-biji yang tak dapat dicerna itu akan dikeluarkan kembali bersama dengan fesesnya.Jenis mamalia lain yang dapat ditemukan di SMMA akan tetapi jarang terlihat adalah berang-berang cakar-kecil (Aonyx cinerea). Karnivora kecil pemakan ikan dan aneka hewan air ini terutama aktif di malam hari nokturnal.SMMA juga menjadi tempat hidup berbagai spesies reptilia seperti biawak air (Varanus salvator), ular sanca kembang (Python reticulatus),ular kobra Jawa (Naja sputatrix), ular welang (Bungarus fasciatus), ular kadut belang (Homalopsis buccata),ular cincin mas (Boiga dendrophila),ular pucuk (Ahaetula prasina) dan ular bakau(Cerberus rhynchops). Menurut informasi dari warga sekitar, di SMMA masih ditemukan pula jenis buaya muara (Crocodylus porosus).
KOMENTAR SAYA:
Kita dapat menikmati pesona alam hutan tak perlu jauh-jauh pergi ke luar kota Ternyata di Jakarta pun kita bisa menikmatinya. Kita bisa mengunjungi Taman Margasatwa Muara Angke. Kawasan ini berada persis di seberang komplek Ruko Niaga Mediterania, pantai indah kapuk.Menurut saya kawasan konservasi muara angke ini sangat menarik untuk dikunjungi oleh semua orang baik anak-anak maupun orang dewasa sekalipun selain kita dapat melihat secara langsung bagaimana keadaan alam disana dan berbagai jenis mahluk hidup yang dapat kita lihat secara langsung Kawasan Margasatwa ini memang satu-satunya kawasan konservasi di Jakarta sekaligus yang terkecil di Indonesia. Selain itu kita juga dapat mengajak teman-teman kita maupun anak-anak lainnya untuk dapat mengenal dan memahami pentingnya kelestarian/konservasi alam sehingga dengan sendirinya akan timbul kesadaran, pola pikir dan sikap/tindakan positif terhadap alam. di masa yang akan datang orang-orang yang akan menjadi pemimpin bangsa harus mempunyai keberanian, bertangggung jawab, menjunjung tinggi nilai etika dan mempunyai visi yang berwawasan lingkungan serta juga menjaga lingkungan disekitarnya untuk kepentingan bersama.Bila kita ingin mengunjungi kawasan ini, kita terlebih dahulu harus mendapat izin dari Kantor Balai Konservasi sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta.
Menjelajah hutan Bakau bisa dilakukan dengan menikmati keanekaragaman hayati di dalamnya, sebetulnya bisa saja menjadi paket ekowisata yang sangat menarik. Berjalan di atas Hutan Mangrove. Ataupun menaiki perahu bermesin. Melihat binatang dari dekat sambil diterangkan berbagai pengetahuan tentang hewan, lingkungan dan ekosistemnya. Hal ini akan menjadi edukasi kepada kita atau juga pengunjung sehingga kesadaran kelestarian lingkungan mahluk hidup didalamnya akan cepat disadari.Tentunya lapangan kerja sebagai pelaku wisata semakin terbuka.jadi saya berharap kepada masyarakat indonesia agar selalu mencintai lingkungan karena lingkungan itu sangat penting untuk kita jaga dan juga memberikan bekal untuk anak cucu kita nanti.
“saya rasa cukup sekian komentar dari saya mudah-udahan bermanfaat bagi kita semua lebih dan kurang saya mohon maaf karena manusia tidak ada yang sempurna kecuali yang menciptakan kita sendiri”

Jumat, 06 April 2012

4TH INDOGREEN FORESTRY EXPO 2012


4th IndoGreen Forestry Expo 2012


Kita bersyukur bahwa kita dapat menghirup udara segar setiap hari namun terkadang kita lupa dari mana udara segar itu berasal.pohon menghasilkan oksigen yang kita hirup selain itu pohon juga menghasilkan makanan,obat-obatan dan air minum bagi tubuh kita.kita bersyukur bahwa negara indonesia ini mempunyai hutan tropika yaitu hutan yang terletak di daerah tropis.luas hutan di indonesia adalah terbesar nomor ketiga didunia setelah brazil dan zaire.
Hutan Indonesia adalah salah satu kekayaan alam Indonesia yang banyak sekali manfaatnya. Tidak hanya kayu, tetapi juga produk-produk hasil hutan lainnya seperti madu, minyak jarak, tumbuhan obat, dll. Sehingga bisa dibilang, hutan adalah lahan bisnis yang sangat menguntungkan.Namun sedikit riset dari pakar lain menunjukkan bahwa perkembangan yang menyedihkan, bahwa luas hutan Indonesia semakin kecil yaitu sekitar 162 juta hektar pada tahun 1950, 110 juta hektar pada tahun 2003, dan kini tinggal sekitar 94 juta hektar  pada tahun 2010 menurut riset Bank Dunia. Menurut Menteri Kehutanan pak Zulkifli Hasan eksploitasi besar-besaran terjadi di hutan Sumatra, Kalimantan dan Indonesia Timur. Pemanfaatan kayu dari hutan, baik resmi oleh pengusaha-pengusaha yang mendapatkan Hak Pengelolaan Hutan maupun pembalakan liar merupakan salah satu sebab dalam penyusutan luas hutan, disamping pembukaan lahan untuk kepentingan pertambangan, perumahan, perkebunan, dll.Padahal fungsi hutan di biosfer bumi ini sangat penting yaitu dapat digunakan sebagai: penampung karbon dioksida, habitat hewan, dan penjaga kelestarian tanah dan siklus air. Dampak penyusutan hujan bisa terlihat jelas saat ini: perubahan iklim yang ekstrim, kepunahan spesies tertentu, panas bumi yang semakin meningkat, tanah longsor, kekeringan, dan kerusakan-kerusakan lainnya.Dalam rangka menyadarkan kembali pentingnya hutan bagi kehidupan kita, disamping sebagai media untuk membuka peluang-peluang bisnis baru di bidang kehutanan dalam rangka mewujudkan Green Economy 2020, Kementerian Kehutanan mengadakan pameran kehutanan terbesar di Indonesia ini.
INDOGREEN FORESTRY EXPO” adalah pameran kehutanan terbesar di Indonesia yang terselenggara sejak tahun 2009, menampilkan potensi yang sangat besar pada sektor kehutanan, pengelolaan, pemanfaatan dan pelestarian hutan, hasil hutan baik kayu maupun non kayu, produk olahannya dan peralatan pemanfaatan hutan. Pameran ini juga mensosialisasikan program dan tindakan nyata pemerintah dan pihak swasta dalam melaksanakan pembangunan hutan berkelanjutan termasuk reklamasi hutan dan lahan bekas tambang. 
Pada tahun 2011, ”IndoGreen Forestry Expo” diikuti oleh 130 peserta yang terdiri dari lembaga pemerintah departemen dan non departemen, pemerintah daerah, perusahaan kehutanan, perusahaan pertambangan dan lembaga swadaya masyarakat yang memiliki perhatian besar pada pengelolaan, pemanfatan dan pelestarian hutan.
IndoGreen Forestry Expo 2011 telah dikunjungi oleh 10.000 orang terdiri dari pejabat pemerintah, pengusaha, mahasiswa, aktivis pecinta lingkungan, pelajar dan masyarakat umum.
”IndoGreen Forestry Expo 2012” diselenggarakan untuk mendukung program pemerintah “Forest Pro Poor, Pro Job, Pro Growth and Pro Environment” dan mendukung suksesnya “Green Growth Economy Toward 2020”. Pameran juga akan menampilkan produk dan jasa kehutanan yang ramah lingkungan hidup dan berbagai kegiatan menarik yang penting untuk diikuti seperti talkshow dan presentasi yang diharapkan akan memunculkan gagasan/ide yang sangat dibutuhkan untuk mewujudkan Indonesia yang hijau. 

1. Mensosialisasikan program pemerintah mengenai pemberdayaan hutan     “Forest Pro Poor, Pro Job, Pro Growth and Pro Environment”.
2. Mensosialisasikan program merealisasikan Konsep Hidup yang Hijau     Menuju Indonesia Hijau.
3. Menyebarluaskan informasi tentang kondisi hutan Indonesia
4. Menyebarluaskan potensi investasi di hutan Indonesia, potensi usaha     pengelolaan  hutan dan hasil hutan kayu dan non kayu.
5. Memfasilitasi terjadinya transaksi investasi dan bisnis
6. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan fungsi hutan sebagai paru-    paru dunia
7. Menyelamatkan hutan Indonesia dari pembalakkan liar (illegal logging)
8. Terciptanya pola-pola kemitraan dalam pengelolaan hutan dan hasil hutan.
9. Meningkatnya arus investasi khususnya untuk mengembangkan hutan     tanaman industri.
10. Meningkatnya kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.

Di area panggung utama berlangsung talkshow “Untung berlimpah dari Madu, Herba dan Produk Hutan non-Kayu” dengan narasumber pak Erzaldi Rosman bupati Kab. Bangka Tengah, dan pengusaha-pengusaha terkait dari propinsi Bangka-Belitung, Kalimantan Tengah, Pasuruan, dan Kalimantan Barat. Masing-masing mempromosikan berbagai produk unggulan non-kayu dari hutan di daerah masing-masing..
Walaupun fokus di pameran ini bukan untuk jualan produk layaknya pameran-pameran lain (karena saya tidak menemukan satu pun alat EDC), tapi setidaknya dengan mengunjungi pameran ini sedikit banyak membuka pengetahuan saya bahwa potensi hutan tidak hanya dari kayu saja, dan beberapa ternyata bisa mempunyai potensi keuntungan yang jauh lebih besar dari kayu.
 PAMERAN
Saya berkunjung kesana ternyata ada event-event yang menarik yang saya lihat.Apa saja yang ada di pameran ini? Saya melihat bahwa pameran ini didominasi oleh suku dinas-suku dinas Kehutanan, Perkebunan dan Pertanian dari berbagai daerah di Indonesia. Masing-masing suku dinas menampilkan berbagai produk hutan khas dari daerah masing-masing.
   
Tapi tidak seluruh stand menampilkan produk-produk jadi. Beberapa stand juga mencoba mempromosikan wisata ke konservasi-konservasi alam.
Misal: dari stand suku dinas Papua, menampilkan berbagai olahan buah merah yang berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit seperti penyakit rematik,asam urat,magh,struk dan lain-lain. Selain itu ada juga sebuah Rangka buaya yang ditampilkan juga cukup menarik perhatian bagi pengunjung yang datang pengunjung.rangka buaya ini dulunya panjangnya mencapai 6 meter beratnya mencapai 800kg buaya itu berumur 40 tahun setelah mati kulit buaya itu diambil dan dijadikan untuk bahan membuat sepatu,dompet,tas, dan sebagainnya
Dari stand suku dinas Banten juga tidak kalah menarik mereka menampilkan berbagai macam produk olahan jahe merah yang ditampilkan sebagai primadona.banyak pengunjung yang datang ketempat ini untuk mencoba olahan jahe merah tersebut dan ada juga pengunjung yang membeli produk olahan jahe merah ini karena tertarik dengan produknya maupun rasanya sendiri.
Dari Stand Nusa Tenggara Timur juga mencoba mempromosikan wisata bahari bawah laut di teluk Cendrawasih.mereka banyak memperlihatkan jenis ikan-ikan bawah laut yang indah,unik dan cantik, seperti ikan nemo,dll di stand NTT ini juga banyak sekali pengunjung yang ingin melihat secara langsung didalam akuarium bagaimana keadaan bawah laut di teluk cenderawasih nusa tenggara timur.selain itu mereka juga memperlihatkan bermacam-macam terumbu karang yang ada di bawah laut tersebut yang masih dilindungi oleh masyarakat setempatan.

Beberapa stand lain juga terlihat menarik. Contohnya seperti stand Palintest yang menawarkan berbagai jenis alat pengukur kualitas air.mereka menawarkan dan mempromosikan serta memberitahu kepada pengunjung bagaimana cara menggunakan alat pengukur kualitas air ini,disini juga banyak pengunjung yang berminat untuk membeli alat pengukur air ini.
Atau stand Sumitomo Forestry yang menampilkan kiprah perusahaan tersebut dalam pengolahan kayu dan pelestarian kawasan hutan produksinya banyak jenis-jenis kayu yang di produksinya yaitu seperti kayu jati dan sebagainya.Satu stand menampilkan berbagai produk hasil kayu daur ulang yang nampak menarik terutama dari tekstur kayu yang dihasilkan.mereka membuat kayu tersebut menjadi berbagai macam bentuk seperti bentuk kotak,kubus dan mereka juga membuat bentuk –bentuk lain seperti hewan,rumah,mobil,sepeda dan lain sebagainya.
Stand suku dinas Jakarta dan Kepulauan Seribu menampilkan produk yang menarik: telur dan sate penyu.maksudnya adalah siapapun yang melakukan dan membunuh penyu lalu daging penyu tersebut dibuat untuk sate maka akan dikenakan denda sebesar 100.000.000 dan penjara 5 tahun. Mereka juga membuat tusukan sate dari gabus dan bara apinya dari arang dan lampu selain itu mereka juga membuat simbol ikan penyu. 
Di areal dalam pameran, nampak stand Mining Village yang berdiri megah, yang didalamnya terdapat display-display mengenai kiprah perusahaan tambang terkemuka seperti Adaro, Newmont, Antam dan lain-lain dalam pelestarian hutan, terutama rehabilitasi dan reklamasi kawasan eks tambang. 
Salah satu stand menarik perhatian saya cukup lama, yaitu stand yang mempromosikan pemanfaatan biji pohon Nyamplung sebagai bahan baku biodiesel, yang menurut penjaga stand lebih tinggi nilai ekonomisnya dibanding biji jarak atau kelapa sawit sekalipun. Di tengah isu kenaikan harga BBM, stand ini menawarkan angin segar.di stand ini cukup banyak pengunjung yang ingin melihat secara langsung bagaimana biji pohon nyamplung ini dijadikan sebagai bahan baku biodiesel. 
Beberapa stand juga menawarkan investasi kehutanan yang jargon-jargonnya cukup menarik. Dengan sejumlah uang tertentu, anda menjadi salah satu pemilik kawasan hutan tertentu, dengan imbal hasil yang bisa mencapai minimum 4 kali. Slogan “wariskan hutan, bukan hutang ke anak cucu kita” menjadi tagline yang catchy..
Di salah satu sudut area pameran entah kenapa ada stand toko sepeda. Harga yang ditawarkan pun cukup menarik mulai dari 1.000.000-5.000.000 rupiah.di tempat ini banyak juga pengunjung yang ingin melihat atau mereka ingin membeli sepeda tersebut,distand ini mereka menjual berbagai jenis sepeda yaitu seperti sepeda fiksi,bmx,polygon dan wim cycle selain itu mereka juga menjual berbagai macam jenis helm untuk bersepeda harganya cukup berpariasi.Tapi yang paling menarik perhatian adalah sepeda kayu yang sangat indah yang sepertinya sengaja ditampilkan demi menjaga keselarasan dengan tema pameran, disepeda ini saya juga sempat berfoto-foto bersama teman-teman saya dan banyak pengunjung juga yang berfoto-foto ditempat ini
KOMENTAR SAYA:
Saya akan berkomentar sedikit tentang pamaren ini bahwa setelah saya mengikuti acara pameran ini menurut saya pameran ini sangat unik dan menarik dan banyak ilmu yang didapat serta cocok untuk dilihat bagi semua kalangan mulai dari anak-anak,dewasa, maupun orang tua karena selain untuk melihat keunikannya kita juga dapat menambah ilmu pengetahuan kita tentang objek-objek di suatu daerah dan juga sejarah adat istiadat bahkan kerajinan dari daerah tersebut yang sebelumnya tidak kita ketahui selain itu juga di sebuah pameran ini kita juga dapat melihat secara langsung hewan-hewan yang dilindungi seperti ular sanca,burung kakak tua,burung elang,burung kasuari,dan lain sebagainya.di acara pameran ini banyak sekali pengunjung yang datang untuk melihat pameran yang berlangsung selama 2 hari ini selain itu disamping pameran ini juga kita dapat mengikuti acara yang disampaikan oleh menteri kehutanan yang membahas tentang perlindungan terhadap hutan diindonesia serta menjaga kelestarian hutan yang sudah ada kemudian menteri kehutanan juga membahas tentang penanaman seribu pohon di seluruh indonesia khususnya di jakarta karena dijakarta jarang pohon2 besar yang tumbuh oleh karena itu menhut berupaya untuk menanam pohon di jakarta.menteri kehutanan juga menjelaskan kepada anak-anak indonesia bahwa harus menjaga dan merawat pohon-pohon yang sudah ada saat ini.
“Mungkin cukup sekian komentar dari saya lebih dan kurangnya saya mohon maaf karena manusia itu tidak ada yang SEMPURNA dan kesempurnaan itu hanyalah milik allah semata”.

Minggu, 04 Maret 2012

KAMPUNG 99 PEPOHONAN "DEPOK JAWA BARAT"

“KAMPUNG 99 PEPOHONAN”
     Kampung 99 pepohonan atau yang lebih dikenal dengan kampung rusa berasal dari kata-kata 99 kenapa mereka membuat nama kampung 99 pepohonan karena menurut mereka 9 itu adalah angka tertinggi di antara angka-angka yang lainnya jadi artinya adalah mereka harus menghasilkan target dan juga bekerja dengan semaximal mungkin untuk alam. Jadi kampung 99 adalah suatu tempat hunian sekaligus tempat wisata bagi siapapun,kampung 99 pepohonan ini terletak di meruyung depok  jawa barat .kampung ini dihuni oleh 24 keluarga dimana 24 keluarga tersebut adalah keluarga besar dari abi(sesepuh/kepala) dikampung tersebut. pada tahun 1989 dahulunya kampung 99 itu hutannya masih rimbun banyak burung-burung berkicauan dipepohonan dan udaranya juga sangat sejuk pada waktu musim panas suhu di kampung itu bisa mencapai 34 derajat celcius,dan pada tahun 2002 abi(sesepuh) berinisiatif untuk membeli lahan tersebut seluas 500m persegi kemudian setelah dibeli oleh abi(sesepuh) seluas 500m sekarang sudah menjadi 5 hektar.di kampung 99 pepohonan ini semua rumahnya terbuat dari kayu kenapa terbuat dari kayu karena menurut mereka semua kayu itu adalah hasil alam yang tidak bisa terpisahkan dari mereka selain itu juga rumah kayu tersebut mereka buat karena untuk menghindari dari guncangan gempa,rumah-rumah tersebut terbuat dari bermacam-macam kayu seperti:kayu jati,batang pohon rambutan dan kayu-kayu lainnya,mereka mengambil kayu-kayu tersebut dari tomohon sulawesi. awalnya kampung 99 pepohonan tersebut dibuat dari ide yang berasal dari anak-anak abi(sesepuh/kepala) dan kemudian pada tahun 2004 abi(sesepuh/kepala) mengambil keputusan untuk membangun kampung 99 tersebut untuk tempat tinggalnya dan juga keluarganya.di kampung tersebut cuman ada terdapat 1 dapur dimana dapur tersebut berfungsi untuk tempat memasak bagi semua keluarga yang tinggal di kampung itu,dan uniknya lagi mereka tidak mau menggunakan kompor gas untuk memasak melainkan mereka lebih senang memasak menggunakan kayu bakar kenapa, karena dengan menggunakan kayu bakar mereka tidak susah lagi mencari bahan-bahan yang lain seperti kayu-kayu tetapi sudah ada di tempat mereka/di sekitar mereka, setelah dimasak mereka juga makan bersama-sama dalam suatu keluarga besar apabila ada satu keluarga tidak dapat hadir dalam makan tersebut salah satu dari keluarga mengantarkan makanan yang telah dimasak ke rumah keluarga yang tidak datang tersebut,mereka juga tidak membedakan antara yang satu dengan yang lainnya antara keluarga yang satu dengan keluarga yang lainnya tetapi mereka menganggap semua sama mereka selalu menganggap semua senasib susah maupun bahagia. Selain itu mereka juga mengijinkan kepada orang-orang yang ingin tinggal di kampung 99 pepohonan tersebut asalkan orang tersebut iklas untuk tinggal di kampung tersebut.
awalnya di kampung 99 pepohonan ini banyak terdapat sampah tetapi karena kepedulian mereka terhadap alam maka mereka merubah sampah tersebut menjadi pupuk atau menjadi bahan-bahan yang bermanfaat lainnya.di kampung ini juga terdapat rumah yang berarsitekturkan terbuat dari kayu yaitu sebuah rumah yang khusus dibuat untuk pertunjukan musik-musik akhir pekan  yang bernuansa rock n roll di sekitar rumah ini juga banyak terdapat gambar-gambar dari band legendaris seperti the beatles,the rolling stones,bob marley,john lennon dan lainnya,ditempat ini siapa saja dapat bermain musik baik itu dari kalangan anak muda,orang tua dll dengan bermain sepuasnya dan tidak di pungut biaya sedikit pun(free).
 Selain itu  kampung 99 pepohonan ini juga terdapat restoran yang menyajikan berbagai macam makanan seperti:sop ayam,sop sapi,bakso,nasi goreng,mie dan lain-lain.dikampung 99 ini mereka juga menternakan sapi baik itu sapi perah maupun sapi non perah.
dahulunya mereka cuman memiliki 1 sapi dan mereka mengembangkanya sendiri tetapi karena kesabaran dan kegigihan mereka,mereka dibiayai oleh pemerintah mereka juga terus berusaha untuk bisa mendapatkan lebih banyak lagi sapi mereka bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk membantu mereka untuk membeli sapi-sapi tersebut dan dengan hasil kerjasama tersebut sekarang mereka sudah mempunyai kurang lebih 300 sapi dan sapi-sapi itu mereka ternakan sendiri selain itu mereka juga memproduksi susu yang dihasilkan dari pemerahan sapi.dikandang sapi itu banyak terdapat kotoran-kotoran dari sapi tersebut mereka manfaatkan sebagai pupuk kandang atau yang lainnya, saat ini mereka sedang mencoba untuk memanfaatkan kotoran-kotoran sapi itu menjadi biogas yang bermanfaat.selain itu mereka juga menternakan kambing,domba,ayam,dan juga ikan. Apabila mereka ingin makan mereka tinggal mengambil ikan dari kolam begitu juga dengan daging mereka tinggal memotong ayam,domba atau pun sapi.
 Konsep awal kampung 99 pepohonan ini  adalah terjadi dari mulut ke mulut lalu kemudian berkembang dengan adanya media cetak yang mempublikan seperti:koran,majalah,internet,radio,brosur dll.
 Konsep hidup mereka adalah:konsep hidup sehat harus ada tempat yang sehat,terpenuhilah kebutuhan pangan (pangan sandang),mereka tinggal di rumah papan itu minimal tidak kepanasan,kedinginan dan kehujanan,untuk kesehatan khususnya buat wanita harus memerlukan pembalut saat atau sebelum  melahirkan,pendidikan,dan juga energi yang mereka miliki.

KAMPUNG 99 PEPOHONAN "DEPOK JAWA BARAT"

“KAMPUNG 99 PEPOHONAN”

    Kampung 99 pepohonan atau yang lebih dikenal dengan kampung rusa berasal dari kata-kata 99 kenapa mereka membuat nama kampung 99 pepohonan karena menurut mereka 9 itu adalah angka tertinggi di antara angka-angka yang lainnya jadi artinya adalah mereka harus menghasilkan target dan juga bekerja dengan semaximal mungkin untuk alam. Jadi kampung 99 adalah suatu tempat hunian sekaligus tempat wisata bagi siapapun,kampung 99 pepohonan ini terletak di meruyung depok  jawa barat .kampung ini dihuni oleh 24 keluarga dimana 24 keluarga tersebut adalah keluarga besar dari abi(sesepuh/kepala) dikampung tersebut. pada tahun 1989 dahulunya kampung 99 itu hutannya masih rimbun banyak burung-burung berkicauan dipepohonan dan udaranya juga sangat sejuk pada waktu musim panas suhu di kampung itu bisa mencapai 34 derajat celcius,dan pada tahun 2002 abi(sesepuh) berinisiatif untuk membeli lahan tersebut seluas 500m persegi kemudian setelah dibeli oleh abi(sesepuh) seluas 500m sekarang sudah menjadi 5 hektar.di kampung 99 pepohonan ini semua rumahnya terbuat dari kayu kenapa terbuat dari kayu karena menurut mereka semua kayu itu adalah hasil alam yang tidak bisa terpisahkan dari mereka selain itu juga rumah kayu tersebut mereka buat karena untuk menghindari dari guncangan gempa,rumah-rumah tersebut terbuat dari bermacam-macam kayu seperti:kayu jati,batang pohon rambutan dan kayu-kayu lainnya,mereka mengambil kayu-kayu tersebut dari tomohon sulawesi. awalnya kampung 99 pepohonan tersebut dibuat dari ide yang berasal dari anak-anak abi(sesepuh/kepala) dan kemudian pada tahun 2004 abi(sesepuh/kepala) mengambil keputusan untuk membangun kampung 99 tersebut untuk tempat tinggalnya dan juga keluarganya.di kampung tersebut cuman ada terdapat 1 dapur dimana dapur tersebut berfungsi untuk tempat memasak bagi semua keluarga yang tinggal di kampung itu,dan uniknya lagi mereka tidak mau menggunakan kompor gas untuk memasak melainkan mereka lebih senang memasak menggunakan kayu bakar kenapa, karena dengan menggunakan kayu bakar mereka tidak susah lagi mencari bahan-bahan yang lain seperti kayu-kayu tetapi sudah ada di tempat mereka/di sekitar mereka, setelah dimasak mereka juga makan bersama-sama dalam suatu keluarga besar apabila ada satu keluarga tidak dapat hadir dalam makan tersebut salah satu dari keluarga mengantarkan makanan yang telah dimasak ke rumah keluarga yang tidak datang tersebut,mereka juga tidak membedakan antara yang satu dengan yang lainnya antara keluarga yang satu dengan keluarga yang lainnya tetapi mereka menganggap semua sama mereka selalu menganggap semua senasib susah maupun bahagia. Selain itu mereka juga mengijinkan kepada orang-orang yang ingin tinggal di kampung 99 pepohonan tersebut asalkan orang tersebut iklas untuk tinggal di kampung tersebut.
awalnya di kampung 99 pepohonan ini banyak terdapat sampah tetapi karena kepedulian mereka terhadap alam maka mereka merubah sampah tersebut menjadi pupuk atau menjadi bahan-bahan yang bermanfaat lainnya.di kampung ini juga terdapat rumah yang berarsitekturkan terbuat dari kayu yaitu sebuah rumah yang khusus dibuat untuk pertunjukan musik-musik akhir pekan  yang bernuansa rock n roll di sekitar rumah ini juga banyak terdapat gambar-gambar dari band legendaris seperti the beatles,the rolling stones,bob marley,john lennon dan lainnya,ditempat ini siapa saja dapat bermain musik baik itu dari kalangan anak muda,orang tua dll dengan bermain sepuasnya dan tidak di pungut biaya sedikit pun(free).
 Selain itu  kampung 99 pepohonan ini juga terdapat restoran yang menyajikan berbagai macam makanan seperti:sop ayam,sop sapi,bakso,nasi goreng,mie dan lain-lain.dikampung 99 ini mereka juga menternakan sapi baik itu sapi perah maupun sapi non perah.
dahulunya mereka cuman memiliki 1 sapi dan mereka mengembangkanya sendiri tetapi karena kesabaran dan kegigihan mereka,mereka dibiayai oleh pemerintah mereka juga terus berusaha untuk bisa mendapatkan lebih banyak lagi sapi mereka bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk membantu mereka untuk membeli sapi-sapi tersebut dan dengan hasil kerjasama tersebut sekarang mereka sudah mempunyai kurang lebih 300 sapi dan sapi-sapi itu mereka ternakan sendiri selain itu mereka juga memproduksi susu yang dihasilkan dari pemerahan sapi.dikandang sapi itu banyak terdapat kotoran-kotoran dari sapi tersebut mereka manfaatkan sebagai pupuk kandang atau yang lainnya, saat ini mereka sedang mencoba untuk memanfaatkan kotoran-kotoran sapi itu menjadi biogas yang bermanfaat.selain itu mereka juga menternakan kambing,domba,ayam,dan juga ikan. Apabila mereka ingin makan mereka tinggal mengambil ikan dari kolam begitu juga dengan daging mereka tinggal memotong ayam,domba atau pun sapi.
 Konsep awal kampung 99 pepohonan ini  adalah terjadi dari mulut ke mulut lalu kemudian berkembang dengan adanya media cetak yang mempublikan seperti:koran,majalah,internet,radio,brosur dll.
 Konsep hidup mereka adalah:konsep hidup sehat harus ada tempat yang sehat,terpenuhilah kebutuhan pangan (pangan sandang),mereka tinggal di rumah papan itu minimal tidak kepanasan,kedinginan dan kehujanan,untuk kesehatan khususnya buat wanita harus memerlukan pembalut saat atau sebelum  melahirkan,pendidikan,dan juga energi yang mereka miliki.